Rabu, 08 Juni 2011

Balada Gram BTA

x : (mengacungkan tangan) "Dok, ditemukan bakteri Gram Positif, warna ungu, bentuk coccus."
y : (melihat mikroskop kemudian tersenyum dan pergi)
x : "Udah Dok???" (bingung)
y : (tersenyum)
y : @#%^^**&%%??? (dalam hati, "Bener gak to??? Gimana to??? Ah cari lagi aja.")
** sesaat kemudian**
x : (mengacungkan tangan lagi) "Dok, ditemukan Bakteri Tahan Asam, warna merah, bentuk basil."
y : "Dimana ?" (sambil melihat mikroskop)
x : "Di arah angka sembilan, Dok." (gugup)
y : (tersenyum dan kembali pergi)
x : (mikir, "maksudnya apa to???")

staring:
x : saya (mahasiswa)
y : penguji (dokter xxx)
location:
Lab Mikrobiologi Fak. Kedokteran UNS
time:
09.00-09.15 am

---------

Yah, obrolan di atas merupakan obrolan yang saya alami ketika OSCE (Objective Structured Clinical Examination) materi Pemeriksaan Gram & BTA. Jadi, memang osce ini merupakan salah satu osce yang ditakuti. Gimana enggak??? Dalam waktu 10 menit kita diminta buat mengidentifikasi 2 preparat yang notabene salah satu diantaranya merupakan preparat Gram dan yang lainnnya adalah preparat BTA. Lalu apa yang ditakutkan??? Yap, untuk menemukan bakteri Gram maupun BTA itu tidaklah mudah. Fokus mikroskop harus sedemikian rupa diatur dan cukup lama agar bisa ketemu. Dan yang paling penting dalam ujian ini adalah, "Keberuntungan". Keberuntungan preparatnya mudah, keberuntungan pula mendapatkan penguji yang baik hati, murah senyum, dan yang pasti murah nilai. Sekedar info, untuk ujian ini apabila bisa menyebutkan nama, warna, dan bentuk serta jenisnya maka langsung dapet 100 lohhh???

Nah, hal yang saya alami tadi ketika ujian merupakan suatu hal yang jauh di luar diguaan. Duduk  di depan sendiri, dengan penguji yang.... (tak perlu disebut) yang jelas baik, cuma ya itu seperti obrolan di atas, kita hanya bisa pasrah, entah itu tadi bener apa enggak. Semoga benar :)

Singkat cerita, jam menunjukkan pukul 09.00, shift 3 (saya dan 14 orang lainnya) dipersilahkan masuk. Tempat duduk (meja + mikroskop) ditentukan berdasarkan nomor urutan. Dan dengan penuh "keberuntungan" saya mendapatkan meja di depan sendiri, pojok, dengan preparat yang udah berantakan penuh dengan minyak emersi. Deg deg gan.. Ya iyalah :)

Setelah mendengarkan pengarahan dari penguji, dan stopwatch dihidupkan, yap segera saja saya mengambil satu dari 2 preparat super berantakan yang ada di meja. Saya pilih yang warna dasarnya ungu (dalam hati, "ini pasti gram positif" *ketawa setan). Saya letakkan di atas meja mikroskop, kasih minyak emersi (walaupun preparat udah penuh emersi) dan menghidupkan mikroskopnya. Muter-muter cari fokus, tangan mulai gemetar, "haduhhh." Belum ketemu juga fokusnya selama sekitar 3 menitan. Tangan mulai dingin, jantung berdetak keras. Ditambah suara temen sebelah dan belakang yang uda pada nemuin bakteri milik mereka. Dan di menit keempat, dengan puteran mikros mikroskop super mantap (walau dengan tangan gemetar) keliatan titik-titik warna ungu. Langsung angkat tangan, dan pengujipun segera mengahampiri. Oleh penguji dilihat, ditimbang, dilihat lagi, dan hanya tersenyum kemudian menulis di daftar nilai yang dibawanya. Saya terbengong, bingung apakah benar atau salah. "Masa bodoh," pikir saya. Langsung aja preparat tadi saya lepas dan ganti preparat satunya.

Jeng-jeng, preparat kedua saya taruh, saya beri minyak emersi, kemudian, putar-putar dan dalam waktu kurang dari 30 detik langsung ketemu fokusnya. Ingin rasanya jingkrak-jingkrak, hahahaa :D. Langsung aja saya geser kanan, geser kiri, dan terlihat ada garis merah. Yap, itu bakterinya. :) Saya bawa ke arah angka sembilan (takut ilang) kemudian kembali angkat tangan. Penguji kemudian datang, melihat dan bertanya di arah mana. Saya, "di arah angka sembilan dok." Penguji selesai melihat kembali tersenyum dan pergi. What???? Maksudnya apa ini???

Antara takut jawaban saya salah, atau memang tipikal penguji ini seperti itu. Saya pura-pura memuter-muter mikroskop lagi sambil berpikir. Kemudian waktupun dinyatakan telah selesai, Dan mahasiswa dipersilahkan keluar. Dengan tampah shock dan mungkin terlihat sedikit bodoh saya keluar. Arrrgggghhhhhh!!! antara senang dan takut bercampur semua. "Pasrah pasrah deh" anak-anak semua berkata begitu. Saya pun mencoba tersenyum dan melangkah ke arah luar lab.

Hahahahaa, ujian yang aneh, hanya 10 menit pula. Bakteri yang aneh, preparat aneh, semuanya aneh. Mau dibagaimanapun juga semuanya udah terjadi. Tapi yang gak habis pikir adalah, saya gak ngerti maksud dokter penguji itu. Senyumannya berarti benar kah?? atau salah??? huhuuhuu, semoga saja artinya benar. Dan saya lulus untuk osce ini. Aminnn 

Hahahahahaa :D
Ini nih foto bakteri unyu, berwarna merah, berbentuk batang yang dinamakan Bakteri Tahan Asam yang bikin anak-anak parno ujian mikrobiologi ini, karena susah banget buat nyarinya.

Bakteri Tahan Asam

Hahahaha, Alhamdulillah serentetan OSCE untuk semester ini selesai, mari berdoa semoga hasilnya maksimal, dan gak remed. :) Amiiiennnn !!!

Senin, 06 Juni 2011

Menjadi Dokter yang Bermanfaat

Sebagai seorang calon dokter, mungkin kata-kata "Bermanfaat Bagi Orang Lain" adalah sebuah kata-kata yang sangat dan harus untuk dipikirkan dan dicamkan. Ya, bagaimana tidak ??? Dokter adalah sesorang yang menjajakan skills atau keahlian. Ketika seorang dokter tersebut tidak bisa memanfaatkan keahliannya untuk orang lain maka dapat dikatakan bahwa dokter tersebut sudah gagal. Bermanfaat di sini pun memiliki arti yang bermacam-macam. Menurut saya cara membagikan skills itu tidak harus selalu secara langsung (dari dokter ke pasien) tapi juga bisa melalui ilmu. Seorang dokter misalnya meneliti suatu obat kemuadian menggunakan obat tersebut untuk pengobatan. Ya, hal ini juga masih bisa dikatakan bermanfaat bagi orang lain.

Hal yang membuat saya berpikir lain dan mengelus dada adalah kehidupan mahasiswa kedokteran jaman sekarang. Entah memang sudah didoktrikkan oleh orientasi tertentu atau memang sebuah realita. Mahasiswa kedokteran sekarang banyak yang hanya berorientasikan nilai. Maksudnya mereka kuliah itu hanya untuk lulus, menjadi seorang dokter, dengan nilai yang bagus, bukan untuk mencari ilmunya. 

Ya, memang nilai menjadi suatu hal yang sangat penting di era sekarang ini. Tanpa nilai yang bagus maka seseorang tidak bisa memperoleh pekerjaan yang bagus pula. Tapi pernahkah kita berpikir, nilai setinggi apapun itu tidak akan bisa bermanfaat untuk orang lain. Berbeda dengan skills dan ilmu yang seharusnya banyak bisa digali. Skills dan ilmu inilah yang nantinya akan kita jajakan, dan akan kita bagi manfaatnya untuk orang lain.

Sebenarnya terinspirasi dari OSCE (Objective Structured Clinilal Examination) tadi siang. Banyak diantara teman-teman yang sangat takut karena tidak sesuai cheklist, tidak cukup waktunya, salah, atau lainya. Yah mungkin banyak diantar teman-teman yang sekedar berorientasi pada nilai. Mereka takut ketika nilai merika tidak bagus, remidi, atau apalah. 

Setelah dipikir-pikir, tak seharusnya begitu. Yang penting dari semua ini adalah kembali lagi seperti di atas, yaitu skills dan ilmu. Karena memang yang akan kita gunakan ya memang dua itu. Bukan nilai, sekali lagi bukan nilai. Nilai hanyalah sebuah penolong agar kita bisa semakin dekat untuk membagikan manfaat bagi orang lain. :))

Yah, memang tak mudah untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, tapi ketika kita berusaha, dan orientasi kita benar-benar ingin memberikan manfaat itu. InsyaAllah semuanya akan bisa dilakukan.  Yang perlu selau diingat adalah:
"Menjadi seorang tenaga kesehatan itu tidak mudah, karena kelak kita akan banyak bereksperimen dengan sesama kita. Kelak melalui tangan kita lah, keputusan-Nya dilewatkan untuk pasien-pasien kita. Namun semua ini memang sudah menjadi jalan-Nya. Menjadi seoarang tenaga kesehatan dengan jaminan separuh kaki di Jannah-Nya dan separuhnya lagi pada An-Naar."

Sabtu, 04 Juni 2011

What's wrong with me ?

I miss you like crazy 

Even more than words can say
I miss you like crazy
Every minute of every day

Can't you see how I feel
Can't you see that my pain's so real
When I think of you
I don't know what to do

sms, mail, chatting ???
it doesn't matter for me...
oh.. honey, it makes me happy 

But now, I step too far..
I can't hide my feeling
I don't know What I'm feeling about
Maybe you don't feel the same

I step too far
I step too far
I step too far

I'm sorry, i'm confused

***