Meluncur sepiku menatap malam tak juga sirna. Saat bintang gemintang bercahaya, tak satupun uraikan nada. Kerlip cahayanya justru melanglangbuanakan anganku pada sebentuk kalimat lalu yang dipendarkan serangkai langit tadi tanpa bulan bertakhta. Meluncur sepiku menatap jingga di tingkah bayu yang hendak berpulang, beristirahat. Ia seolah tak peduli betapa sepi ini tak pernah kumengerti meski ombak di laut menyampaikan isyarat bahwa ada gulungan ombak lain yang berupaya menembus setingkah bayu tadi berembus. Meluncur sepiku menatap hati yang kian hari pongah tak peduli meski dengan dalih karena cinta dan sayang ini tak kan ada yang menandingi. Meluncur sepiku... terus... dan hari berganti mala lalu kembali pagi