Kamis, 14 Juli 2011

my first pancake ♥

Jadi ceritanya saya itu sedang liburan semester dan cukup-cukup bahkan mungkin sangat-sangat lama. Bingung cari kegiatan. Nah tiba-tiba terbersit keinginan ingin belajar bikin kue. Hahahhaa, Jujur saya sebenarnya bisa memasak, tapi masakan normal, maksud saya ya seperti makanan berat (lauk, berbagai jenis sayur, jajanan semacam martabak, lumpia dll, dan masih banyak). Nah, kalo masalah membuat kue, saya jarang nyobain. Alasannya, karena saya gak begitu suka sama yang manis semacam kue gitu. Tapi, kemarin entah ada angin apa, tiba-tiba ingin bikin sejenis kue. Lalu terpikir untuk membuat pancake, karena cukup mudah (kalo baca di buku resep).

Langsung aja pergi ke minimarket di deket rumah belanja beberapa bahan yang diperlukan. Tapi sempet sebel, minimarketnya gak lengkap, jadi cuma beli bahan dasarnya aja. Buat topping gak beli apa-apa. Yah mau manfaatin apa yang ada di kulkas aja. Hehehehee Jadlah saya hanya membeli terigu, susu, mentega, bubuk coklat, backing powder dan beberapa jajanan lain (hahahaha gara-gara ke minimarketnya ngajak adik, jadilah malah banyak jajannya).
Sampai di rumah, langsung aja semua bahan itu disiapkan, ditambah beberapa bahan yang memang sudah ada di rumah, seperti gula, garam, telur, dan topping seadanya.

Yah jadi inilah resep yang saya buat :
Fruit Pancake Seadanya ala Coraega
Bahan:
1. Terigu rendah protein (sekira-kira, kayaknya aku pake 150 gr)
2. Telur ayam 1 butir
3. Susu cair full cream 200 ml
4. Gula pasir (secukupnya, sekitar 50 gr)
5. Mentega 3 sdm (dicairin dulu)
6. Backing powder 1 sdm
7. Garam 1 sdt

Bahan topping:
1. Jeruk (buang kulit arinya)
2. Kelengkeng (kupas bersih)
3. Coklat Mesis
4. Biskuit Coklat

Nah, cara bikinnya gampang banget, campur semua bahan terigu, gula, backing powder, dan garam secekupnya. Kemudian kocok lepas telurnya. Campur di campuran gula dan terigur tadi. Tambahin mentega yang udah dicairin. Aduk perlahan-lahan sambil ditambah susu cairnya sedikit demi sedikit sampai kecampur semua.
semua bahan diaduk sampe kecampur
Setelah kecampur semua, maka siap untuk digoreng (bukan digoreng si sebenarnya, dimasak lah pokoknya). Siapin pan khusus buat pancake. Tetapi sialnya di rumah gak punya, ada juga yg mirip tapi diameternya kebesaran. Akhirnya saya putuskan make pan yang bentuk kotak, biar bisa bikin bentuk pancake sesuai ukuran saya. Hahahaa. Olesin mentega atau minyak goreng (sesuai selera, kalo saya lebih suka make minyak goreng). Panasin di atas api yang bener-bener kecil.
Ini make pan bentuk kotak, hehehee
Kalo kata resep si panasin sampe warnanya coklat terus dibalik sebentar tapi harus hati-hati. Baru kemudian ditiriskan. Setelah ditiriskan maka siap diberi topping.
jadi satu pancake, seneng banget :D
Karena gak ada apa-apa di kulkas, sirup gak ada, madu abis, keju abis, adanya cuma buah jeruk dan kelenkeng, juga biskuit coklat, jadinya toppingnya kurang begitu lezat. Hahaha tapi pancake-nya lezat kok. Dan lumayan lah untuk pemula seperti saya. Hehehee

Ini beberapa snapshot hasil pancake saya :
jadi juga sekitar 12 pancake 1 resep
Fruit Pancake Seadanya ala Coraega 
ini toppingnya biskuit sama coklat mesis
Sebenarnya bikin pancake itu gampang banget, tinggal gimana kita ngreasiin toppingnya. Kapan-kapan pengen coba topping es krim, kayaknya bakalan lebih enak. Hehehee Yang penting saya berhasil bikin kue, walopun absurd gara-gara toppingnya kurang, tapi enak, dan adik saya suka, hehehee :D Kapan-kapan pengen deh bikin kue lagi, jadi ketagihan ^_^

Kamis, 07 Juli 2011

new template, new title, new story ♥

Amortentia, mungkin untuk seorang Potter Freak (penggila Harry Potter) istilah ini pastilah tidak asing. Istilah ini pertama kali muncul di Novel Harry Potter ke-6 Harry Potter and The Half Blood Prince. Istilah ini merupakan nama dari sebuah ramuan cinta yang menurut si empunya novel adalah ramuan cinta terkuat di dunia. Ramuan ini apabila diberikan setetes saja pada seseorang, maka seseorang itu akan langsung tergila-gila pada si pemberi ramuan. Setiap orang yang mencium bau ramuan ini akan menimbulkan sensasi bau yang berbeda-beda sesuai dengan sesuatu atau seseorang yang dia sukai.

Nah, kenapa saya memilih nama Amortentia untuk blog saya? Hahahaa, sebenarnya seharian ini saya bingung mau ngapain, akhirnya utak-atik blog. Ganti template, ganti macem-macem. Terus pas baca judul blog saya kok rasanya terlalu biasa dan gak ada uniknya gitu. Muncul keinginan buat ganti nama blog. Kemudian, searching-searching liat blog temen-temen saya dan muter-muter di komunitas blogger buat cari inspirasi eh kok terus terpikir nama ini (Amortentia).

Kalo mau dikata si sebenernya saya gak asal milih nama Amortentia. Maksud saya make istilah ini adalah mungkin supaya blog saya bisa memberikan sensasi yang berbeda-beda bagi para pembaca dan disukai tentunya. Sama seperti fungsi si Amortentia ini. Heheheheee :D Untuk isi, pasti tidak akan jauh berbeda dari postingan sebelumnya. Akan diisi dengan cerita, impian, pengalaman, juga mungkin cinta. Hahahaa

So enjoy it !!!
"Amortentia doesn't create actual love, of course. That's impossible. But it does cause a powerful infatuation or obsession. For that reason, it is probably the most dangerous potion in this room." (Horace Slughorn)
Label botol amortentia

Rabu, 08 Juni 2011

Balada Gram BTA

x : (mengacungkan tangan) "Dok, ditemukan bakteri Gram Positif, warna ungu, bentuk coccus."
y : (melihat mikroskop kemudian tersenyum dan pergi)
x : "Udah Dok???" (bingung)
y : (tersenyum)
y : @#%^^**&%%??? (dalam hati, "Bener gak to??? Gimana to??? Ah cari lagi aja.")
** sesaat kemudian**
x : (mengacungkan tangan lagi) "Dok, ditemukan Bakteri Tahan Asam, warna merah, bentuk basil."
y : "Dimana ?" (sambil melihat mikroskop)
x : "Di arah angka sembilan, Dok." (gugup)
y : (tersenyum dan kembali pergi)
x : (mikir, "maksudnya apa to???")

staring:
x : saya (mahasiswa)
y : penguji (dokter xxx)
location:
Lab Mikrobiologi Fak. Kedokteran UNS
time:
09.00-09.15 am

---------

Yah, obrolan di atas merupakan obrolan yang saya alami ketika OSCE (Objective Structured Clinical Examination) materi Pemeriksaan Gram & BTA. Jadi, memang osce ini merupakan salah satu osce yang ditakuti. Gimana enggak??? Dalam waktu 10 menit kita diminta buat mengidentifikasi 2 preparat yang notabene salah satu diantaranya merupakan preparat Gram dan yang lainnnya adalah preparat BTA. Lalu apa yang ditakutkan??? Yap, untuk menemukan bakteri Gram maupun BTA itu tidaklah mudah. Fokus mikroskop harus sedemikian rupa diatur dan cukup lama agar bisa ketemu. Dan yang paling penting dalam ujian ini adalah, "Keberuntungan". Keberuntungan preparatnya mudah, keberuntungan pula mendapatkan penguji yang baik hati, murah senyum, dan yang pasti murah nilai. Sekedar info, untuk ujian ini apabila bisa menyebutkan nama, warna, dan bentuk serta jenisnya maka langsung dapet 100 lohhh???

Nah, hal yang saya alami tadi ketika ujian merupakan suatu hal yang jauh di luar diguaan. Duduk  di depan sendiri, dengan penguji yang.... (tak perlu disebut) yang jelas baik, cuma ya itu seperti obrolan di atas, kita hanya bisa pasrah, entah itu tadi bener apa enggak. Semoga benar :)

Singkat cerita, jam menunjukkan pukul 09.00, shift 3 (saya dan 14 orang lainnya) dipersilahkan masuk. Tempat duduk (meja + mikroskop) ditentukan berdasarkan nomor urutan. Dan dengan penuh "keberuntungan" saya mendapatkan meja di depan sendiri, pojok, dengan preparat yang udah berantakan penuh dengan minyak emersi. Deg deg gan.. Ya iyalah :)

Setelah mendengarkan pengarahan dari penguji, dan stopwatch dihidupkan, yap segera saja saya mengambil satu dari 2 preparat super berantakan yang ada di meja. Saya pilih yang warna dasarnya ungu (dalam hati, "ini pasti gram positif" *ketawa setan). Saya letakkan di atas meja mikroskop, kasih minyak emersi (walaupun preparat udah penuh emersi) dan menghidupkan mikroskopnya. Muter-muter cari fokus, tangan mulai gemetar, "haduhhh." Belum ketemu juga fokusnya selama sekitar 3 menitan. Tangan mulai dingin, jantung berdetak keras. Ditambah suara temen sebelah dan belakang yang uda pada nemuin bakteri milik mereka. Dan di menit keempat, dengan puteran mikros mikroskop super mantap (walau dengan tangan gemetar) keliatan titik-titik warna ungu. Langsung angkat tangan, dan pengujipun segera mengahampiri. Oleh penguji dilihat, ditimbang, dilihat lagi, dan hanya tersenyum kemudian menulis di daftar nilai yang dibawanya. Saya terbengong, bingung apakah benar atau salah. "Masa bodoh," pikir saya. Langsung aja preparat tadi saya lepas dan ganti preparat satunya.

Jeng-jeng, preparat kedua saya taruh, saya beri minyak emersi, kemudian, putar-putar dan dalam waktu kurang dari 30 detik langsung ketemu fokusnya. Ingin rasanya jingkrak-jingkrak, hahahaa :D. Langsung aja saya geser kanan, geser kiri, dan terlihat ada garis merah. Yap, itu bakterinya. :) Saya bawa ke arah angka sembilan (takut ilang) kemudian kembali angkat tangan. Penguji kemudian datang, melihat dan bertanya di arah mana. Saya, "di arah angka sembilan dok." Penguji selesai melihat kembali tersenyum dan pergi. What???? Maksudnya apa ini???

Antara takut jawaban saya salah, atau memang tipikal penguji ini seperti itu. Saya pura-pura memuter-muter mikroskop lagi sambil berpikir. Kemudian waktupun dinyatakan telah selesai, Dan mahasiswa dipersilahkan keluar. Dengan tampah shock dan mungkin terlihat sedikit bodoh saya keluar. Arrrgggghhhhhh!!! antara senang dan takut bercampur semua. "Pasrah pasrah deh" anak-anak semua berkata begitu. Saya pun mencoba tersenyum dan melangkah ke arah luar lab.

Hahahahaa, ujian yang aneh, hanya 10 menit pula. Bakteri yang aneh, preparat aneh, semuanya aneh. Mau dibagaimanapun juga semuanya udah terjadi. Tapi yang gak habis pikir adalah, saya gak ngerti maksud dokter penguji itu. Senyumannya berarti benar kah?? atau salah??? huhuuhuu, semoga saja artinya benar. Dan saya lulus untuk osce ini. Aminnn 

Hahahahahaa :D
Ini nih foto bakteri unyu, berwarna merah, berbentuk batang yang dinamakan Bakteri Tahan Asam yang bikin anak-anak parno ujian mikrobiologi ini, karena susah banget buat nyarinya.

Bakteri Tahan Asam

Hahahaha, Alhamdulillah serentetan OSCE untuk semester ini selesai, mari berdoa semoga hasilnya maksimal, dan gak remed. :) Amiiiennnn !!!

Senin, 06 Juni 2011

Menjadi Dokter yang Bermanfaat

Sebagai seorang calon dokter, mungkin kata-kata "Bermanfaat Bagi Orang Lain" adalah sebuah kata-kata yang sangat dan harus untuk dipikirkan dan dicamkan. Ya, bagaimana tidak ??? Dokter adalah sesorang yang menjajakan skills atau keahlian. Ketika seorang dokter tersebut tidak bisa memanfaatkan keahliannya untuk orang lain maka dapat dikatakan bahwa dokter tersebut sudah gagal. Bermanfaat di sini pun memiliki arti yang bermacam-macam. Menurut saya cara membagikan skills itu tidak harus selalu secara langsung (dari dokter ke pasien) tapi juga bisa melalui ilmu. Seorang dokter misalnya meneliti suatu obat kemuadian menggunakan obat tersebut untuk pengobatan. Ya, hal ini juga masih bisa dikatakan bermanfaat bagi orang lain.

Hal yang membuat saya berpikir lain dan mengelus dada adalah kehidupan mahasiswa kedokteran jaman sekarang. Entah memang sudah didoktrikkan oleh orientasi tertentu atau memang sebuah realita. Mahasiswa kedokteran sekarang banyak yang hanya berorientasikan nilai. Maksudnya mereka kuliah itu hanya untuk lulus, menjadi seorang dokter, dengan nilai yang bagus, bukan untuk mencari ilmunya. 

Ya, memang nilai menjadi suatu hal yang sangat penting di era sekarang ini. Tanpa nilai yang bagus maka seseorang tidak bisa memperoleh pekerjaan yang bagus pula. Tapi pernahkah kita berpikir, nilai setinggi apapun itu tidak akan bisa bermanfaat untuk orang lain. Berbeda dengan skills dan ilmu yang seharusnya banyak bisa digali. Skills dan ilmu inilah yang nantinya akan kita jajakan, dan akan kita bagi manfaatnya untuk orang lain.

Sebenarnya terinspirasi dari OSCE (Objective Structured Clinilal Examination) tadi siang. Banyak diantara teman-teman yang sangat takut karena tidak sesuai cheklist, tidak cukup waktunya, salah, atau lainya. Yah mungkin banyak diantar teman-teman yang sekedar berorientasi pada nilai. Mereka takut ketika nilai merika tidak bagus, remidi, atau apalah. 

Setelah dipikir-pikir, tak seharusnya begitu. Yang penting dari semua ini adalah kembali lagi seperti di atas, yaitu skills dan ilmu. Karena memang yang akan kita gunakan ya memang dua itu. Bukan nilai, sekali lagi bukan nilai. Nilai hanyalah sebuah penolong agar kita bisa semakin dekat untuk membagikan manfaat bagi orang lain. :))

Yah, memang tak mudah untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, tapi ketika kita berusaha, dan orientasi kita benar-benar ingin memberikan manfaat itu. InsyaAllah semuanya akan bisa dilakukan.  Yang perlu selau diingat adalah:
"Menjadi seorang tenaga kesehatan itu tidak mudah, karena kelak kita akan banyak bereksperimen dengan sesama kita. Kelak melalui tangan kita lah, keputusan-Nya dilewatkan untuk pasien-pasien kita. Namun semua ini memang sudah menjadi jalan-Nya. Menjadi seoarang tenaga kesehatan dengan jaminan separuh kaki di Jannah-Nya dan separuhnya lagi pada An-Naar."

Sabtu, 04 Juni 2011

What's wrong with me ?

I miss you like crazy 

Even more than words can say
I miss you like crazy
Every minute of every day

Can't you see how I feel
Can't you see that my pain's so real
When I think of you
I don't know what to do

sms, mail, chatting ???
it doesn't matter for me...
oh.. honey, it makes me happy 

But now, I step too far..
I can't hide my feeling
I don't know What I'm feeling about
Maybe you don't feel the same

I step too far
I step too far
I step too far

I'm sorry, i'm confused

***